Menatap wajah Jyoti yang sendu, membuat batin Valentina ikutan sedih. "Sudah-sudah kamu 'kan seterong, jangan lagi berdusta eh! Jangan lagi bersedih ya. Pikirkan masa depanmu sendiri saja. Tak perlu ambil pusing si Thomas dan orang lain. Sudah saatnya, kamu memikirkan dirimu sendiri." Valentina merengkuhnya dalam pelukan, setelah ia menggeser tubuhnya duduk mendekati Jyoti, memberikan penghiburan kepada ipar sekaligus sahabat kecilnya itu. Valentina dan Jyoti akhirnya berada di klinik Dr Cahaya Cantika SpOG, setelah melakukan test mereka berdua duduk di depan dokter. "Hasilnya bagaimana Aya?" tanya Valentina tanpa basa-basi, Dokter Cahaya adalah teman sedari masa kecilnya. "Sabar dulu, kok loe yang lebih antusias dari si calon ibu?" Dokter Cahaya terkikik menggoda Valentuna "Eh benera

