Bell, pintu depan berdering. Pintu suit Jyoti sebenarnya memiliki tombol tetapi sepertinya semalam Thomas tidak sabar atau tidak menyadari hal itu. "Makanan datang," seru Jyoti sembari melompat kegirangan melepas pelukan sang suami. Berhambur ke depan membukakan pintu. Thomas tergelak menggeleng-gelengkan kepalanya. Menyusul Jyoti ke depan, lalu duduk di sofa memperhatikan Jyoti membantu pelayan hotel menyiapkan makan dan teh jahe untuknya. Hatinya merasa hangat, akhirnya saat yang dinantikan datang. Merasakan kehangatan seorang istri, yang setia dan penuh pengertian mau melayaninya. Padahal jika Jyoti mau, dengan mudahnya ia bisa menyuruh pelayan untuk menyiapkan. Thomas sangat mencintai kesederhanaannya, sesibuk apapun dirinya, ia tidak pernah melupakan kewajibannya sebagai seorang i

