BAB 31

1019 Kata

Valentina sedang membereskan pekerjaannya di kantor cafe, saat notifikasi dari Eric masuk. Matanya seketika terbelalak saat melihat foto siapa yang terpampang. "Astaga naga ... serius broh!" Valentina berseru sampai Yani asistennya terkaget. "Ya ampun Mbake ngagetin, untung jantung kuh belum pindah ke pantat." Yani lelaki gemulai mengelus-elus pantatnya. "Eh blekok! Kalau kaget yang dielus d**a bukan p****t!" Velentina melempar kepalan kertas ke arah Yani. Yani meringis, "Dadakuh udah rata gini semakin rata entar dielus-elus terus." "Eh elu tuh lakik ya jelas rata blekok..." kata Valentina dengan gemas. "Pan lakik setengah mentah." "Terserah deh asal bapake senang." Mereka akhirnya terbahak bersama. Valentina menghubungi Yvonne, mereka harus tahu jika putra sulung mereka masih hidu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN