**Reya POV** . . . Hari dan tahun seolah berlalu begitu saja. Sembilan tahun telah aku lalui. Rasanya baru kemarin aku bertemu Yunki di Jakarta. Dia makan bubur dengan lahap, lalu main ke rumah bersama Manager Shin. Kami menikmati seminggu yang menyenangkan. Lalu junjunganku di bulan berikutnya. Membawa kami pada kesalahan. Namun Gina bukanlah kesalahan, bagiku dia adalah segalanya. Keajaiban yang Allah berikan, sumber kebahagiaan, dan segala yang aku milik hanya Gina yang paling berharga. Pukul satu dini hari. Aku masih terbangun membaca artikel tentang pendidikan anak. Masih banyak yang belum aku ketahui. Apalagi, sepertinya Gina terlahir spesial. Ia cepat tanggap, cepat mengerti, dan banyak bertanya. Anakku cerewet sekali. Bukan hanya membaca, aku juga menunggu Yunki. Katanya, ia

