Ijab

1036 Kata

**Yunki POV*** . . . Malam hari aku terbangun, pukul 22.30 malam, baru sekitar satu jam yang lalu aku tertidur. Aku membalik tubuh, ku tatap calon istri dan ibu dari anakku lekat-lekat. Ia tidur dengan memeluk guling miliknya menyembunyikan sebagian wajah, aku bisa melihat matanya yang terpejam. Aku mengalihkan pandanga, pada jemari tangannyan yang kini semakin kurus. Kurasa aku harus membeli cincin baru untuk pernikahan kami besok. Hmm, apa besok aku bisa keluar untuk sekadar membeli cincin? Aku ingin sekali meletakkan tanganku ke bagian perutnya. Penasaran sekali tapi, sungguh aku khawatir karena sama sekali tak melihat perutnya membesar. Anakku, buat ibumu ingin makan terus agar kau tumbuh dengan baik. Saat itu Reya, bergerak dan membuka matanya, ia menatapku tersenyum lalu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN