**Reya POV** . . . Belakangan aku sibuk karena pembuka cabang baru restoran di Ulsan. Aku sering bolak-balik dan Gina terpaksa kutku titipkan di restoran utama yang berada di Seoul. Sebenarnya, Seok memintaku untuk tak melakukan pengecekan. Hanya saja aku sadar jika itu adalah tanggung jawabku. Aku tak bisa berpangku tangan begitu saja. Dan tak ingin pembukaan cabang ini melenceng atau ada yang tak sesuai. Aku memang ingin memastikan semua sendiri. Seok, juga tak bisa untuk sepenuhnya mengelola restoran. Ia punya pekerjaan lain, karena restoran kami juga bekerja sama dengan beberapa masjid di sekitar Seoul. Untuk menyajikan makan siang setelah sholat Dzuhur bersama. Maka, ia juga bertugas memastikan semua berjalan baik. Dan hanya Seok yang bisa mengendarai mobil truk selain Inho. Tapi

