41

1156 Kata

Dua cangkir teh manis hangat mengepul di atas meja kayu cokelat. Sudan beberapa menit keheningan menyelimuti keduanya. Namun tidak dengan pandangan mata b*******h penuh cinta yang terpancar jelas di dalam mata mereka. "Maaf, membuatmu menunggu selama tiga bulan," kata Erwin memecah keheningan. Mengerti maksud ucapan Erwin, perlahan Kayla hanya mengangguk mengerti. Siang ini, Erwin mengajaknya makan siang di salah satu kafe di Senayan untuk menjelaskan semuanya. "Kali ini akan aku maafkan. Tapi asal kau berjanji tidak meninggalkan aku lagi," ancam Kayla. Erwin terkekeh. Ia menggenggam jemari Kayla yang berada di atas meja. "Tidak akan." Senyum menghiasi bibir Kayla, dari tatapan mata Erwin, ia tahu ada kesungguhan di dalamnya. "Jadi bagaimana kebenarannya? Ke manakah kau selama tiga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN