Di seberangnya Adam dan Samantha memandang Kayla dengan mata membesar. Tiga kaleng bir yang dibeli Tina di supermarket atas permintaan Kayla berada di atas meja dengan kondisi terbuka. Entah sudah berapa kali Kayla menghela nafasnya. Berharap jika ada jalan lain untuk menyelamatkan perusahaan kecilnya yang dibangunnya dengan susah payah. "Ganti topik aja, K," usul Samantha disusul anggukan dari kepala Adam. Kayla menggelengkan kepalanya. "Bukan ide bagus. Pria b******k itu memang lagi jadi trending topic bulan ini. Kalau gue nggak ikutin perkembangan dunia, majalah gue nggak akan laku Sam. Coba lo pikirin ide lain yang lebih masuk akal." Samantha meringis melihat wajah tak bersemangat miliki Kayla. Temannya itu lebih mirip terdakwa yang baru saja mendengar hukuman kematiannya. "Ken

