9

1417 Kata

Di kedai kopi yang berada di Grand Indonesia menjadi pilihan Kayla dan sahabat terbaiknya, Samantha. Entah sudah berapa kali Kayla menarik nafas panjang. Seakan-akan ada hal berat yang berada dalam pikirannya. Sudah berapa kali pula Samantha menanyakannya, tapi temannya itu tidak menjawabnya. "Kenapa sih K? Cerita dong..." bujuk Samantha. Akhirnya tatapan Kayla yang sejak tadi tidak fokus, tertuju kepadanya. "Sam, seandainya lo di tolong sama laki-laki nyebelin. Bagaimana perasaan lo?" Samantha memandang Kayla dalam diam. Jadi masalah pria toh, ujarnya dalam hati. "Wajah pria itu bagaimana? Good looking?" "Sedikit..." "Okay, tubuhnya? Berotot atau kurus kaya tiang listrik?" "Memangnya harus ya dijawab?" "Penting ini K, lo mau jawaban dari gue nggak?" Kayla menarik nafas panjang.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN