Suara kran air wastafel yang disediakan di kamar mandi cukup menyamarkan isak tangis Juliet disana. Bagaimana pun dia tetap merasa bersalah dan berdosa dengan apa yang telah ia lakukan semalam. Juliet pikir dengan melampiaskan rasa sakit hatinya dengan lelaki lain mampu mengurangi rasa sakit didalam hati. Namun ternyata, d**a-nya masih terasa sesak dan malah semakin kesulitan bernapas. "Oh ya Tuhan....this is so hurt..." tangis pecah Juliet yang tertahan didepan cermin wastafel. Sementara Alvarov yang mengenakan singlet biru laut dengan kombinasi warna abu-abu sedang sibuk menyiapkan sarapan ringan di dapur. Mengingat mereka semalam sudah mengerahkan seluruh tenaganya yang luar biasa, jadi dia pikir harus membuatkan sarapan yang bergizi. Ditengah sedang sibuk menyiapkan sara

