Manda melangkah kan kakinya menyusuri koridor sekolah menuju kelasnya berada, dengan hati yang riang. Senyumnya selalu terpancar jelas, suasana hatinya sedang membaik karena acara ulang tahun yang diadakan semalam berjalan dengan lancar. Semua teman-teman sekolahnya pun datang dan memuji acaranya sangat mewah. Bruk! Manda tersungkur, ia tidak sengaja menabrak punggung kekar milik seseorang. Kecerobohannya saat berjalan membuatnya celaka. Gadis itu mencoba untuk bangun, tetapi tidak bisa karena lututnya sedikit nyeri akibat benturan saat ia terjatuh. “Mau dibantu?” lelaki itu memgulurkan tangannya untuk membantu Manda. Suara itu membuat Manda mendongak, ia terpana saat melihat ketampanan lelaki itu. Akan tetapi, Manda sedikit berpikir, siapa kah lelaki itu? Kenapa ia tidak pernah meli

