Leroy berdiam diri di dalam kamarnya. Matanya nyalang menatap pantulan dirinya di cermin. Sedari tadi yang dia lakukan hanya itu sejak terbangun dari pingsannya. Lalu ia beralih menatap foto sang mama, ia merasa gagal untuk membalaskan dendam yang telah lama ia rancang. Belasan tahun lamanya dia harus memendam dendam itu seorang diri, meskipun mamanya selalu mengatakan tidak ada gunanya melakukan pembalasan dengan kejahatan. Akan tetapi, Leroy tetaplah menjadi sosok lelaki yang keras kepala. Dendamnya semakin bertambah besar saat ia diolok dan diejek sebagai anak haram pembawa sial. Diusianya yang masih belia dulu harus mendapatkan cacian dan makian pedas dari orang sekitar. Baginya, dunia tidak pernah adil dan tidak pernah berpihak kepadanya. Mulai dari situ, tekad Leroy untuk membalaska

