03

431 Kata
Entah sudah berapa lama Cindy menangis dikamar itu sampai sampai ia ketiduran. Saat ia bangun ia sudah melihat Alvin yang sedang berbaring di sebelahnya dengan berte*****ng d**a sambil memainkan ponselnya. Dengan terkejut Cindy langsung menutup tubuhnya dengan selimut takut akan penyiksaan yang dilakukan Alvin semalam dilakukannya lagi. Melihat sikap Cindy, Alvin lantas menyeringai lalu menatap ke arahnya. "Apa? Apa kau masih belum puas denganku semalam?" tanya nya sambil perlahan mendekati Cindy. "Ti, tidak!" teriak Cindy. Cindy semakin merapatkan balutan selimutnya. Alvin semakin mendekat dengan senyum devilnya. "Me-menjauh dariku! Lampiaskan na*sumu pada wanita tadi! Jangan padaku! Aku tak sudi disentuh olehmu!" Mendengar amarah Cindy, Alvin malah terkekeh dan semakin mendekati Cindy tanpa memperdulikan ucapan-ucapan Cindy. "Apa kau cemburu? Haha baguslah. Permainan ini akan semakin menarik jika kau jadi mencintaiku." "Heh! Jangan terlalu menyombongkan dirimu! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah mencintai pria breng*ek sepertimu! Camkan itu!" "Baik-baik ... akan ku ingat. Tapi ... akan ku pastikan padamu yang kau ucaokan tafi takkan menjadi krnyataan! Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku dan saat itu akan begitu menyenangkan untuk mempermainkan hatimu." Dengan membelai rambut Cindy, Alvin hendak mencium bibir wanita itu. Namun segera di tepisnya kasar tangan Alvin oleh Cindy lalu hendak meninggalkan Alvin namun ternyata Alvin langsung menarik tangan Cindy hingga membuatnya kembali terbaring dan dengan cepat Alvin memegang kedua tangan Cindy hingga ia tak bisa kemana mana. "Ap, apa yang kau lakukan!!! Lepaskan aku dasar bre****k!" "Aku hanya ingin dirimu, lagipula kau adalah istriku sekarang bukan? Kau sendiri yang menggantikan kakakmu dengan senang hati, jadi bukannya kau harusnya senang bisa melayaniku sekarang?" ucapnya dengan terkekeh kecil. "Ti, tidak aku tidak mau! lepaskan aku," ucap Cindy sambil terus mencoba berontak. Namun semua usaha yang dilakukannya percuma, karna Alvin tetap melakukan "nya" walau kedua tangannya sudah terlepas ia masih tidak bisa melawan. "Heh masih berpura pura polos, lihat dirimu sekarang sudah seperti pe****r!" Plakk Mendengar perkataan Alvin itu akhirnya Cindy sudah tidak tahan lagi hingga ia menampar pipi pria yang ber status sebagai suaminya itu. "Keluargaku memang salah karna sudah menipumu tapi bukan berarti kau bisa menghinaku seenaknya! Aku juga terpaksa menggantikan kakakku! Lalu apa salahku jika aku dipaksa? Aku juga tidak mau menikahimu!" ucapnya lalu pergi meninggalkan Alvin yang masih terkejut dengan perlawanan Cindy. Alvin lalu beranjak dari atas ranjang dan mengacak rambutnya kesal. Karna hari sudah beranjak siang Alvin pun lapar dan hendak pergi ke dapur namun sesampainya di dapur, Alvin dibuat kaget dengan ceceran darah yang ada di lantai dapur. Perlahan Alvin mengikuti jejak bercak darah itu lalu sampailah ia di samping meja dapur dan ternyata berca darah itu adalah.... Bersambung.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN