CHAPTER 42: AKHIR

1934 Kata

Kota Jakarta sepertinya tidak akan pernah menjadi kota yang sepi, bahkan ketika sudah tengah malam seperti ini. Gaga mungkin sekarang tidak butuh kesunyian. Beberapa mobil yang lalu lalang pada pukul dua pagi ini setidaknya membuat Gaga berpikir bahwa dia tak sedang sendirian di jalanan ini. Gaga sendiri terus menyetir mobilnya ditengah kepalanya yang terasa ingin pecah karena banyak pikiran berkecamuk didalam kepalanya. Hingga ketika mobil Gaga berhenti persis dibelakang garis marka jalan ketika lampu lalu lintas sedang berwarna merah, ada sebuah mobil sport merah dengan atap terbuka ikut berhenti persis disampingnya. Gaga menoleh ke mobil itu karena suara musik yang begitu keras. Serta dilihat Gaga sepasang muda-mudi yang mengendarai mobil itu. Saling bercengkrama dan tertawa begitu l

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN