18 "Dewa, stop!!" Entah ini sudah keberapa kalinya Gadis meminta Dewa menghentikan aktifitasnya saat ini. Cumbuan demi cumbuan, dilakukan Dewa di seputar leher Gadis. Gadis bahkan tidak bisa berkutik. Pergerakan untuk menolak apa yang dilakukan Dewa padanya sungguh sulit ia lakukan. Berontak pun percuma, lantaran Dewa yang sungguh kuat mengunci pergerakan tangan Gadis yang sedari tadi bergerak gusar ingin memukulnya. "Dewa--" suara Gadis tercekat lantaran Dewa yang kini sudah membungkam bibirnya dengan ciuman dan lumatan yang begitu beringas. Lidah yang menyeruak masuk itu tidak dapat ditolak Gadis. Ciuman Dewa dirasakan Gadis sangat menuntut dan penuh dengan amarah yang begitu besar. Sementara satu tangan Dewa yang lainnya tengah sibuk membuka satu persatu kancing baju Gadis

