15 Minggu pagi, Selalu dimanfaatkan Juna dengan berolah raga. Lari mengelilingi kompleks beberapa putaran, dan membuat tubuhnya berkeringat benar-benar hal yang sudah biasa untuknya. Tak heran jika Juna memiliki tubuh atletis diusia remajanya. Otot perut dan kaki yang terbentuk sempurna, sanggup membuat para wanita yang melihatnya kesulitan untuk berkedip dan sesak napas disaat itu juga. Biasanya Juna hanya menghabiskan waktu lari paginya sekitar satu jam-an saja dengan ditemani earphone yang tertancap di kedua telinganya. Namun kali ini, sudah dua jam-an Juna masih saja berlari dan belum berniat untuk menyudahi. Keringat yang sudah mengucur deras diabaikannya. Pikirannya melayang jauh akan sosok Gadis yang semalaman sungguh sulit dihubunginya. Sampai-sampai Juna mendatangi rumahnya

