26 Sudah empat hari berlalu, namun putusnya hubungan dirinya dengan Juna malam itu, masih saja menggores luka dihatinya. Apalagi dengan ucapan Juna yang begitu tajam dan menusuk, saat mengatakan jika Gadis adalah seorang p*****r. Biarpun fakta mengenai itu memang lah benar, tetap saja Gadis tidak percaya jika Juna sanggup mengucapkan itu dengan begitu mudah. Satu kata yang sanggup menyayat dan membuat luka menganga di dalam hatinya. Benar-benar menyakitkan dan rasanya mungkin tidak akan pernah bisa disembuhkan oleh apapun juga. Biarpun begitu, Gadis sangat paham jika ini memang bukanlah kesalahan Juna seutuhnya. Kenyataannya, tidak ada satupun lelaki di dunia ini yang akan mau ataupun rela, perempuan yang dicintainya menjual kemolekan tubuhnya pada lelaki lain. Apalagi disisi lain, J

