Jam 7 malam, Arsen masih bertahan di apartementnya. Savira pandangi suaminya yang masih setia duduk di atas sofa sambil sibuk mengetik sesuatu di laptopnya. Sejak tadi tak ada yang mereka lakukan meski keduanya berada di dalam atap yang sama. Savira sibuk istirahat di dalam kamar, sementara Arsen sibuk dengan pekerjannya yang bahkan sampai saat ini belum rampung juga sepertinya. "Ekhm..," Savira berdehem, berusaha menarik perhatian pria itu. Perlahan tungkainya melangkah mendekat, ditangannya terdapat sebuah nampan yang berisi secangkir kopi. Ya, atas dasar inisiatifnya sendiri, Savira membuatnya Arsen kopi. "Diminum, mas...," cicit Savira dengan hati-hati meletakan cangkir kopi ke meja di hadapan Arsen. Sejenak Arsen mengalihkan pandangannya dari layar laptop, pria itu melepaskan kaca
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


