Chapter 14 : Pantai Aqaba Aira ingin sekali menarik tangannya itu, karena ia hampir-hampir tak tahan dengan getaran aneh yang menjalar melalui tangan kekar itu. Tapi, tangan Ziyad begitu erat menggenggam tangannya, seakan tak ingin dilepaskan lagi. Aira berkali kali melirik aneh ke arah genggaman tangan itu. Memasuki lobby apartemen, Aira berkata, “Mau sampe kapan tanganku digenggam?” “Seterusnya, selama hidupku.” Jawab Ziyad sambil nyengir. “What?!” Aira menghentakkan tangannya sehingga bisa terlepas dari genggaman tangan Ziyad. “Lebay!” Gerutu Aira dalam bahasa Indonesia. “Lebay? What is that?” Tanya Ziyad keheranan. “Ya itu… seterusnya .. selama hidupmu menggenggam tanganku. Aku jadi nggak bisa ke toilet sendiri, sekolah,dll“ “Ya nggak apa apa, aku temenin sambil menggenggam

