Chapter 20: Nginap di Hotel

1267 Kata

Di stasiun Depok mereka sudah dijemput oleh Haryo. Pemuda ganteng dengan rambut kelimis itu melambaikan tangannya dari jauh. Ia kemudian mengambil barang bawaan yang ada di tangan Tari. “Apa kabar Bulek..?” Tanya sambil tersenyum dan mencium tangan tantenya itu. “Alhamdulillah baik.” Kemudian pemuda itu memandang ke Aira kemudian mereka berpelukan, “Mas, kangen aku..” kata Aira manja. “Kamu apa kabarnya dek?” “Baik, mas.” “Pacarmu ga ke sini?” “Pacar yang mana mas? Aku ndak punya pacar.” “Itu,, yang hidungnya mancung banget itu loh..” “Bukan, dia bukan pacar aku.” “Ahh.. nggak ngaku lagi.. ya deh, bukan pacar, tapi calon suami.” Tari hanya tersenyum melihat anak dan keponakannya saling ledek-ledekan. “Lah mas sendiri pacar nya mana?” Balas Aira “Ihh .. mengalihkan topik..kan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN