“Bagaimana penampilanku?” tanya Aira menunjukkan kostum yang dipakainya. Gadis itu menggunakan celana jeans dan atasan berwarna hitam dan hijab hitam juga. Ziyad melihat penampilan gadis itu, dan mengacungkan jempolnya. “Cantik.” Ketika sampai di lobby, seorang pengendara motor berhenti di depan mereka. Pengendara motor itu menyerahkan motornya kepada Ziyad. “Motor siapa nih?” Tanya Aira. “Motor siapa, itu tidak penting, yang penting kita sekarang jalan-jalan. Pakai helm mu!.” Perintah Ziyad. Pengendara motor itu memang sudah mempersiapkan dua helm sesuai dengan permintaan Ziyad pada pemuda itu. “Pegangan yang kuat, aku nggak mau kau jatuh.” Tapi Aira hanya memegang bahu Ziyad. “Bukan begitu Aira, mana tanganmu, sini!” Ziyad meminta tangan Aira dan melingkarinya ke perut pria itu

