“Mas, mau ke mana?” pekik Alma, hilang sudah kesabarannya. Pertama diganggu dengan tepung, kemudian vacuum cleaner dan sekarang malah bokongnya jadi korban. Untung saja, kaki Alma sudah tak lagi sakit. Dia bisa lari mengejar suaminya yang sudah melarikan diri terlebih dahulu. “Mas, berhenti!” teriak Alma terus berlari sambil memegang centong di tangannya. “Gak dengar ya? … awas saja kalau sampai aku berhasil menanggap Mas. Aku getok kepala Mas biar jadi monyet.” Juanda malah tertawa, memelet lidah dan berlari seraya mengejek Alma yang lari tak sekencang dirinya. “Siput, lemah.” “Aku pasti akan menangkapmu. Tunggu saja!” Alma menambah kecepatan untuk mengejar Juanda. Memutar kursi meja makan sampai akhirnya Alma terengah-engah, kakinya menjadi sakit dan dia pun berhenti. “Kalah kan sa

