Mengingat ada tanda-tanda bahaya, Juanda sama sekali tak boleh kendor. Sedikit saja Alma hilang dari pengawasannya, bisa dipastikan saingan dari antah berantah akan datang. “Ini gak bisa dibiarkan. Bisa-bisa terancam jadi duda seumur jagung. Apa kata orang-orang?” Juanda terus menggerutu sambil memikirkan cara apa yang bisa digunakan untuk dapat maaf dari Alma. Usia pernikahan belum sampai seumur jagung, atau 4 bulan, mana mungkin dia ingin menyandang predikat duda seumur jagung? “Bukannya dia alim, kenapa sulit sekali memaafkanku?” Juanda mengusap gusar wajahnya, lalu memakaikan kacamata hitam kembali, lengkap dengan topi hitam dan kupluk. Dia berjalan mengikuti Alma yang kini kembali ke rumah. Tapi karena sedang sembunyi-sembunyi, Juanda hanya bisa berhenti di sebuah pohon menatap la

