Mobil Sean berhenti didepan mansion megah Samudera. Faris turun dari mobil tanpa berucap apapun. "Sebaiknya kita nemanin Faris dulu, soalnya keadaan dia benar-benar buruk. Gue takut dia bertindak yang enggak-enggak." Bagas turun dari mobil lalu membuka gerbang agar mobil Sean dapat masuk. "Bi, buatin kita minum ya," pinta Sean setelah masuk kerumah. Pembantu wanita itu mengangguk, sedangkan Sean dan Bagas sudah melangkah menaiki tangga menuju kamar Faris. Mereka tersadar, tak ada tanda-tanda keberadaan Faris pada ruangan benuansa hitam itu. Keduanya melanjutkan langkah kekamar sebelah dan ternyata, Faris tengah merebahkan diri dikasur milik Ray sambil menangis tanpa suara. "Ray bakal ketemu kok," ucap Bagas duduk disofa kamar. "Kapan?" tanya Faris serak. "Gue terlalu takut buat ngasi

