Pasukan bersenjata sudah mengepung SMA Samudera dan menyingkirkan para reporter berita agar menjauh dari batas garis kuning. Kini Paul dan pasukannya sudah bisa masuk dengan persenjataan lengkap. Mereka semua terkejut menatap lingkungan sekolah yang seperti medan peperangan. Ditambah lagi, sandra sekitar dua puluh murid hanya bisa berjongkok di lapangan, salah satunya adalah May. "Lapar..." keluh May memegang perutnya. Di sisi lain, Ray bekerjasama dengan Rio menumbangkan pasukan musuh dengan tangan kosong. Mereka juga mengumpulkan senjata musuh didalam sebuah ransel yang dibawa oleh Rio. "Argh!" Ray melepaskan tendangannya membukakan jalan untuk Rio agar dapat bertemu dengan Paul. Rio langsung dipasangi peralatan lengkap, dengan mantel anti peluru, senapan, pistol bius dan kacamata.

