20

1009 Kata

"Ica!" Ray yang tengah berjalan bersama Alif menoleh pada sumber suara. Terdapat Faris dan Sean yang berlari kearah mereka. "Lo, siapa?" tanya Sean yang baru pertamakali melihat penampilan Alif saat menjadi Azka. "Kalau nggak salah, lo cowok yang di supermarket kan?" tanya Faris menarik Ray agar berada didekatnya. "Murid baru, ya?" tambah Faris namun Alif hanya diam tanpa menjawab. "Bu Sri salah paham, Azka cuma nganterin Ica. Eh, malah Bu Sri ajak ke koperasi buat makai seragam sekolah," tutur Ray menjelaskan hingga membuat Sean tertawa kecil. "Ica juga! Ngapain ke sekolah? Kan abang suruh istirahat!" Faris mencubit gemas dua pipi adiknya. "Ica 'kan mau ketemu Alif!" celoteh Ray membuat Alif tertegun. "Yah, nggak mau ketemu gue nih?" tanya Sean sedih. Ray menjulurkan lidahnya kemba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN