"Hai sayang, nanti pulang bareng yah," ujar Marko sambil tersenyum lebar menghampiri Nadia yang sedang membersihkan meja. Nadia diam tidak menanggapi, dia terus saja membersihkan meja dan menganggap kalau Marko tidak ada. "Hola? Sayang? My Amors? Honey? Beb? Jawab dong, jangan di kacangin gini pacar ganteng lo," Marko mengibas-ibaskan tangannya di udara sambil terus memanggil Nadia dengan panggilan sayang yang dia punya. Berharap gadis itu akan marah dan merespon seperti biasanya. Tapi sayangnya, Nadia tidak menanggapi sama sekali. Dia tetap bersikap seolah-olah Marko tidak ada. "Kok gue di kacangin sih, beb? Gue punya salah apa? Emangnya ngga bisa ya kita bicarain baik-baik?" tanya Marko penasaran karna Nadia tidak biasanya seperti ini. Nadia tetap diam. Dan bahkan, dia langsung meni

