107

2117 Kata

"Jangan." Saat Aurel mulai kehilangan kesadarannya karna mencekik lehernya sendiri dengan kencang pakai dasi, tiba-tiba saja seseorang menahan kedua tangannya. Aurel membuka mata. "Nadia ...?" Ujarnya dengan lirih dan lemah. Beberapa saat yang lalu, saat Aurel masuk ke area sekolah dan melewati UKS, Nadia yang kebetulan baru terbangun dan berniat pulang tidak sengaja melihat Aurel secara sekilas dari kaca pintu. Awalnya Nadia mengira kalau Aurel adalah hantu yang sering di ceritakan oleh para siswi perempuan di kelasnya. Tetapi, setelah setengah jam menyakinkan diri sendiri kalau tidak ada yang namanya hantu di dunia ini, Nadia pun mengubah prasangkanya dan memutuskan untuk membuka pintu dan mengikuti sosok Aurel yang tadi lewat, untuk membuktikan nya. Beruntung nya Nadia, ketika di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN