"Kamar ini abis di landa angin topan apa gimana?!" batin Rey saat melihat kamar yang kemarin dia bersihkan kini telah kembali berantakan. Pakaian Nadia yang seharusnya berada di dalam lemari, semuanya berserakan di atas lantai dengan kondisi lemari yang telah hancur. Bantal, selimut, serta guling tidak ada lagi yang berdiam diri di atas ranjang tempat tidur, semuanya telah turun kasta ke lantai mengikuti para pakaian yang berserakan. Dan di pojok ruangan, Rey dapat melihat Nadia yang sedang meringkuk dengan posisi wajah bersembunyi di antara kedua lutut dan sebelah tangan yang menjambak rambut. Sekilas Rey dapat menyimpulkan kalau ruangan ini habis di serang maling tapi rasanya hal itu sangat tidak mungkin. Dengan langkah yang penuh keraguan serta hati yang penuh dengan rasa penasaran

