18

1738 Kata

"Nadia bohongin gue lagi, hiks....!" tangis Aurel di kursi Nadia setelah bel pulang sekolah berbunyi. Sejak masuk ke dalam kelas sampai sekarang dia selalu duduk di kursi tersebut dan menunggu Nadia datang. Tapi sayangnya, orang yang dia tunggu itu tidak kunjung datang sampai bel terakhir. Aurel bahkan rela tidak pergi ke kantin dan tidak makan apa-apa hanya untuk menunggu Nadia. "Rel, udah dong. Mau sampai kapan lo kayak gini terus? Gue sebagai orang yang dengan senang hati nerima lo jadi temen ngerasa terhina tau ngga lama-lama karna sikap lo ini," ujar Oca, menghampiri Aurel dengan ekspresi jengah yang dapat terlihat jelas di wajahnya. "Tapi gue pengen jadi temen Nadia, Ca... Hiks...!" tangis Aurel semakin pecah dan hal itu dengan sukses membuat Rey selaku orang yang duduk di sampin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN