109

2289 Kata

Nadia terdiam. Dia tidak menjawab sama sekali sehingga suasana menjadi terasa hening kembali. "Jawab gue, Nad. Lo ngga bakalan ninggalin gue, kan? Lo bakalan berubah, kan?" ujar Aurel lagi, meminta konfirmasi. Nadia menghela nafasnya. Untuk pertama kalinya dia sangat merasa bersyukur karena tidak bisa meneteskan air mata. "Dasar bodoh!" jawab Nadia pada akhirnya seraya melepaskan pelukan Aurel yang mulai melemah karena lengah. "Lo bilang, lo jauhin gue demi kebaikan gue sendiri. Sekarang, lo harus lakuin hal yang sama, Nad. Tolong ada disisi gue demi kebaikan gue." "Ada di dekat lo sama sekali bukan pilihan terbaik, Rel! Jangan bodoh! Gue bukan oksigen, tanpa gue lo tetep bisa idup! Dan bahkan, lo juga punya banyak temen di sisi lo! Jadi lo sama sekali ngga perlu gue!" "Itu pilihan t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN