Helmi dan Pengoleksi Jantung

920 Kata

Minggu, pukul 11.00 Komisaris Heri tergesa-gesa menyusuri koridor rumah sakit umum. Hanya satu ruangan yang ingin dikunjunginya sekarang, kamar mayat. Dia ingin segera menyampaikan apa yang dilihatnya di lapangan Persiba tadi kepada Detektif Dani sekaligus ingin mengatakan padanya bahwa apa yang dilihatnya di Gramedia hari itu tampaknya bukanlah ilusi. Waktu ia tiba di ruang mayat, sosok Dani dan tim forensik sama sekali tak terlihat batang hidungnya. Kemanakah mereka? Padahal suster resepsionis tadi bilang bahwa mereka sedang mengidentifikasi mayat di ruangan ini. Apakah susternya yang berbohong? Suster sialan! Batinnya. Sudah capek-capek saya datang kemari, dia malah menipu saya. Belum tahu siapa saya ya! Dia beringsut ingin kembali ke meja resepsionis. Dia ingin mengadili suster

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN