Tiga hari sebelumnya. Senin, pukul 11.45 "Kenapa Anda sampai mengikat dan melakban anak ini, Pak?" Dani berang. "Kalau Bapaknya tahu bisa gawat ini." "Anak ini harus dipaksa, Dan," kata komisaris membela diri. "Saya tahu betul betapa keras kepalanya anak ini. Mirip ayahnya, Takim." "Sekarang juga lepas lakbannya, Pak!" "Ikatan di tangannya?" "Ya lepas juga dong! Bapak ini bagaimana sih? Ini anak orang, Pak, bukan anak kucing. Kalau anak Bapak diperlakukan begini mau tidak?" Komisaris Heri terdiam. "Jangan malah diam, Pak!" Dani menghardik. "Ayo cepat kerjakan!" "Iya, iya!" Merasa dibela, Rani semakin menggeliat. Waktu pertama dibuka lakbannya, Rani langsung memaki-maki komisaris. Heri dikatainya orang tua brengseklah, kurang ajarlah, polisi gadunganlah, tak tahu adatlah, dan te

