Ganu

1400 Kata

Malam Jumat, pukul 23.00 Malam ini Sepaku amat kaku. Keramaian yang biasanya menghiasi kawasan tanpa malu-malu seolah membeku dalam kurungan waktu. Anak-anak muda yang kerap bersantai syahdu di bangku-bangku kayu dekat pohon jambu atau ibu-ibu yang hilir-mudik sambil mendiamkan anaknya dengan merayu atau bapak-bapak, kakek-kakek, nenek-nenek, bocah-bocah, atau bahkan kendaraan yang biasanya sering melintas, kini sendu, tak padu, amat aneh, rancu, ambigu, hening, senyap, seperti bernyanyi tanpa lagu, mereka semua ke mana alam pun tak tahu, itulah yang dirasakan oleh Ganu. Akan tetapi Ganu tahu bukan saatnya peka terhadap suasana. Ada yang jauh lebih penting dari itu. Dia harus sesegera mungkin ke tempat perkumpulannya di samping Jaya. Malam ini adalah gilirannya membiayai pesta minuman k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN