Jantung Lebam

1091 Kata

Sabtu, menjelang isya. Kali ini Dokter Dedi terlambat datang. Komisaris Heri dan Detektif Dani baru saja meninggalkan ruangan dan nahasnya dia sama sekali tak berpapasan dengan mereka di tengah jalan. Ini semua salahnya karena terpaksa harus lewat pintu darurat. Hanya itu satu-satunya pintu di RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo ini yang langsung menghubungkan dengan kamar mayat. Seandainya tadi dia lewat pintu utama, barangkali dia bisa bertemu dengan orang penting dalam kasus kriminal yang heboh ini. Dokter Fajar dan Dokter Sandi masih ada di ruangan saat dia masuk. Kedua dokter baru itu segera membungkukkan badan ketika mendapati dia tengah berjalan menghampiri sang mayat. "Selamat sore, Pak!" Sapa mereka serentak. "Senang bertemu Anda lagi. Itu artinya kita masih diberi umur panjang."

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN