Arga mendapati istrinya yang sedang meringkuk di kasur, seraya memasang wajah kesal. Sang suami menghampiri istrinya lalu mengusap lembut rambut istrinya. "Sayang, kenapa?" Vanilla menatap Arga sejenak lalu mengganti posisinya menjadi duduk, ia menatap suaminya dan air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya jatuh, jari Arga terulur menyeka buliran air mata di pipiya dan menarik Vanilla ke dalam pelukan. "Ada apa?" Tidak ada nada kesal ataupun amarah yang terlontar dari bibir sang suami. Vanilla menghembuskan napasnya pelan lalu melepas pelukan dan menatap Arga. "Aku gagal jadi istri dan menantu yang baik." "Kata siapa?" "Mama." "Mama apain kamu?" Mengalirlah cerita Vanilla dari kejadian di supermarket sampai Lita yang membuang sup, di situ amarah Arga membuncah. Arga hendak berdiri.

