33

914 Kata

Di sisi lain tepatnya di ambang pintu yang menghubungkan halaman belakang dengan ruang tamu, dua sosok wanita tengah diam-diam mendengar percakapan sengit Dion dan sang ayah. Ani terpaku dengan posisi berdiri. Sementara Riana duduk di kursi rodanya sambil memangku Dhika yang tengah terlelap. Mereka berniat masuk ke dalam rumah. Namun, diurungkan saat secara tak sengaja mendengar perdebatan antara anak dan ayah itu. Riana tertegun, sebab dirinya juga menjadi salah satu topik dalam debat tersebut. Sebenarnya, bukan Dion yang harus disalahkan total dalam peristiwa pendarahan yang ia alami. Ini mutlak kesalahan dirinya, Riana sibuk serta asyik dengan pekerjaan di kantor tanpa memikirkan kondisi fisiknya yang tengah hamil. "Riana...," Suara bariton milik sang suami pun membuyarkan lamunan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN