Pekerjaan Pertama

1943 Kata

Aku menguap dan membalikkan tubuhku untuk mencari posisi ternyaman. Mataku masih lengket meski tubuhku meronta untuk segera bangkit. Aku mengerjapkan mata dan langsung terduduk karena merasa aneh. Aku menatap sekeliling. Aku sudah ada di tempat tidur. Aku kira hanya mimpi dan ketika menoleh ke sofa, aku menemukan bekas selimut dan bantal yang sudah tertata rapi di sana. Apa Tama aku usir dari tempat tidur? Aku menggeleng pelan dan menoleh ke samping. Tama sudah berdiri di sana dan membuatku berteriak karena terkejut. "Kamu kenapa?" tanyanya pelan. Aku masih mengusap dadaku karena efek kejut itu masih bersarang. Kenapa dia tidak mengeluarkan suara sama sekali? "Siap-siap. Ayo kita sarapan bareng." Setelah mengatakan itu dia langsung melipir duduk di sofa. Aku yang masih belum sepenuhny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN