Accident

1922 Kata

Angin kencang menderu-deru di kegelapan langit malam dan wajahnya itu tampak sangat ketakutan saat melihatku. "Sial, Luna! Bangun! Kita harus keluar dari sini!" Aku sudah tidak bisa lagi merasakan tubuhku, hujan deras yang mengenai kaca depan mobil dan angin kencang yang datang juga tidak berhasil membuatku gentar karena ketakutan. Kaca bagian depan itu sudah pecah dan berhasil membuat guyuran air hujan itu perlahan masuk ke dalam. Pria itu masih berusaha keras untuk mengeluarkanku, berkali-kali membangunkanku agar tidak kehilangan kesadaran, tapi aku sangat ingin kembali tidur. Siapa pria itu? Kenapa dia berusaha sekeras ini untuk membangunkanku? Mataku yang awalnya berat langsung berhasil terbuka saat melihat sosok itu dan jantungku langsung berdebar kencang. Rahangku terasa membeku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN