Flashback 1

2373 Kata

Mataku terbelalak saat dia meninggikan suaranya. "Dan jangan bertingkah seolah miss tidak diakui," lanjutnya lagi. Aku terdiam mendengar lanjutan kalimatnya yang terdengar tajam. Melihat reaksiku yang hanya terdiam membuat pria tua itu berdehem canggung lalu membetulkan dasinya. Dia mengangkat bahunya seakan perkataannya tadi tidak menyinggungku. "Saya mendapat perintah dari Bapak buat nyampaikan pesan ini secara langsung." Ah pantas saja, ternyata itu semua kalimat titipan dari papa. Tapi mendengar kalimat itu yang diucapkan saat kondisiku lelah membuat aku ingin menangis. Aku menelan ludah kasar dan mengangguk pelan. Mengiyakan. Sambil menarik dasinya pak Hatta melangkah mendekat. Dia mengeluarkan sebuah kartu dan mengulurkannya padaku. "Ini biaya untuk semua pengeluaran anda, karena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN