Ancaman

1666 Kata

* *   Sudah lima belas menit Dion duduk di depan Raffa, dan selama itu pula sahabatnya itu belum berbicara sedikitpun.   ''Aira ingat gue.'' Kata pertama dari Raffa membuat Dion yang akan memainkan ponselnya terhenti. Kepala Raffa mendongak, dan membalas tatapan Dion yang menunggu penjelasannya. ''Dia sadar, dan tadi Aira mengusir gue dan Angga ketika anak itu butuh Bundanya.'' Lanjutnya sambil menghela nafas panjang. ''Gue bingung harus bagaimana, gue berharap Aira tidak mengiat masa lalu itu lagi. Tetapi Tuhan seakan membuka mata Aira jika gue adalah b******n masa lalunya.''    Dion diam mendengar penjelasan sahabatnya itu, ''Jangan terlalu dipikirkan Raff, cepat atau lambat Aira akan mengingat masa lalunya dan juga lo.'' Dion diam sebentar, menghela nafas panjang sebelum mener

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN