# Saat Mahesa akhirnya keluar dari ruang rahasia yang sekaligus menjadi ruang penyiksaan tersebut, Jedy sudah menunggunya dengan sebuah kantong plastik berwarna hitam. Mahesa membuang sarung tangan yang dikenakannya ke dalam kantong plastik tersebut, dia juga membuang masker serta membuka kemejanya yang terkena percikan darah dan semuanya dimasukkan ke dalam kantong plastik yang sama. "Aku tidak pernah menyangka bau darahnya lebih busuk dari bangkai dan selama ini aku berusaha untuk mengabaikannya," gumam Mahesa sambil tersenyum miris seakan dia tengah meragukan dirinya sendiri. Jedy tampak diam mendengarkan ucapan Mahesa. Mahesa kemudian mendekati kran air yang ada di dekat situ. Biasanya tukang kebun akan menggunakan keran itu untuk menyiram tanaman. Dia kemudian menyalakan kran air

