“Lia,” panggil Albi. Lia mengangkat kepala. “Apa?” “Kamu bilang kalau bicara itu harus dipikirkan dulu kan, biar orang yang mendengar ucapan kita gak sakit hati. Iya, kan?” “Iya, terus kenapa emangnya?” “Berarti kalau kamu ngomong sama aku, kamu gak mau aku sampai sakit hati, kan?” “Iya.” “Kalau gak mau aku sakit hati, terima dong.” “Terima apa dulu nih?” “Cinta aku ke kamu.” Alis Lia terangkat satu. Albi menjebaknya. “….” “Jangan malah diem. Aku lagi ngomong sama kamu,” ujar Albi meminta Lia untuk menanggapi ucapannya. Dia gak mau dikacangin. Dia butuh respon. "Ya udah." Lia berucap seadanya saja. Malas untuk banyak omong. Nanti banyak menghabisi waktu dan nanti jam pelajaran di kelasnya akan berakhir. "Ya udah apa?" tanya Albi tak paham. Lia hobi banget membuatnya berfikir.

