"Gawat Lia, gawat!" ucap Bianca dengan gaya kepanikan. "Apanya yang gawat?" tanya Lia. "Itu, itu, Lia," ujar Bianca yang panik dan jadi membuatnya susah menjelaskan sesuatu yang ingin disampaikannya pada Lia. Sesuatu yang penting dan harusnya dia cepat memberitahu Lia. Akan tetapi karena paniknya ini membuatnya susah berbicara dengan jelas. "Apa?" tanya Lia lagi. "Itu, di kantin." "Kantin kenapa? Lagi direnovasi? Atau ada menu baru?" "Bukan, Lia! Bukan!" "Terus apaan? Ngomong yang jelas dong." "Bara, Lia! Bara!" "Bara kenapa? Dia nyuruh lo nemuin gue, terus minta gue dateng ke kantin nemuin dia?" "Bukan, Lia. Bukan!" sanggah Bianca. Entah kenapa susah sekali dia memberitahu Lia. Mulutnya ini belepotan ingin bicara. "Terus apa dong?" "Bara sama Albi, Lia!" Mendengar Bianca meny

