Lia keluar gerbang sekolah. Dia berjalan malas dan dengan wajah yang ditekuk. Kali ini dia pulang sendirian. Ternyata pulang sendirian itu tidaklah menyenangkan. Dia merasa sepi, dan kepikiran Albi. Biasanya dia selalu di temani sosok sahabatnya itu. Dia pun jadi menyadari betapa pentingnya Albi dalam hidupnya, dan betapa pentingnya sebuah arti persahabatan. Tak ada Albi, tidak ada pula yang membawakan tas beratnya, tak ada yang mengikatkan tali sepatunya saat lepas, dan tak ada yang menggandengnya saat menyebrang. Lia menghela nafasnya gusar. Merasa frustasi karena hari ini dia pulang tanpa ditemani siapapun. Pacarnya tidak mengatarnya, karena hari ini Bara ada latihan basket setelah pulang sekolah. Dan Bianca juga tidak pulang bareng dengannya karena ada urusan. Dan Albi hillang

