Pagi ini, Albi berangkat sekolah dengan semangat. Kedua sudut bibirnya tak henti membentuk senyuman. Matanya tak berpaling sedikitpun dari seorang gadis yang tengah berjalan bersamanya. "Ngapain sih, dari tadi senyum terus ke gue?" tanya Lia heran. Dari rumah, sampai sekarang di sekolah. Albi terus-terusan senyum kepadanya. "Habisnya lo cantik," jawab Albi. Dia pun senyum lagi. "Makasih. Gue memang cantik. Tapi pasti ada alasan lain 'kan," duga Lia. "Lo tau aja." "Iyalah gue tau, gue itu udah lama kenal sama lo. Wajar gue tau kalau lo lagi menyembunyikan sesuatu." "Lo benar-benar sangat tau tentang gue ya. Sepertinya, gue gak salah milih lo jadi pendamping gue di masa depan." Lia stop berjalan. Dia menghadap Albi dan memandang Albi dengan serius. "Maksud lo?" tanyanya. Albi memegan

