Taka CemburuTaka melamun memandang rintik hujan di jendela metromini yang sedikit retak. Segalanya berlangsung begitu cepat selama kurang lebih empat puluh hari ini. Rangkaian peristiwa yang membawanya bertemu dengan Anes, membuat masa depan wanita itu rusak dan sekarang mengagumi, bahkan menyukainya layaknya kekasih. Apakah dia termasuk lelaki tidak tahu malu? Haruskah dia benar-benar melupakan wanita itu? Wanita yang tengah mengandung anaknya. Walaupun bukan buah cinta antara mereka, tetapi bayi itu ada karena takdir Tuhan yang mempertemukan keduanya. Pantaskah saat ini jika dia egois? Ingin melihat wanita itu setiap hari, sebelum lelaki yang menjadi suaminya cedera. Kini, dia tidak bisa memandang wanitanya, bahkan dari jauh sekalipun. Pesan darinya juga sudah tidak dibaca. Bisa saja mu

