Membalas dengan Cantik“Ups ... sori, terlepas dari tangan saya. Oh, hai ... kalian ada di sini juga? Saya kirain tertinggal di bandara,” tukasku berpura-pura masa bodoh. Langsung aku berbalik badan dan kembali masuk ke dalam kamar. Hati ini panas dengan kelakuan Julian dan juga Mira. Sayang sekali, vas bunga tadi tidak tepat jatuh di atas kepala Julian ataupun Mira. Jika tidak, itu rasanya lumayan memberi kepuasan padaku. Tak kudengar suara apa pun di bawah sana. Itu pertanda, suamiku dengan istri mudanya, tidak menghiraukan perbua-tanku. Dapat kupastikan, saat ini juga, keduanya hengkang dari cottage ini. “Apa yang harus aku lakukan sekarang? Ponsel tidak punya, duit sisa delapan puluh ribu. Dompet hilang. Untung udah bayar penginapan untuk satu pekan. Kalau tidak, bisa-bisa aku diusir

