Galih pov Kedua sudut bibir gue tertarik membentuk sebuah senyum ketika melihat sesuatu yang gue pegang di tangan gue . Iya sebuah cincin yang tersimpan rapih di dalam kotak warna pink . Gue yakin cincin ini cocok buat Nata dan pas di jarinya . Ya walaupun cuma memperkirakan semoga aja emang pas . Gue bukan tipe cowok yang tau soal hal-hal kayak gitu karena ya emang gue baru mau serius sama Natanya sekarang , tepatnya mau mengajak Nata buat serius . Selama ini gue serius kok sama Nata cuma biar dia percaya gue lebih serius lagi buat hubungan ini , gue akan buktiin ke dia . Gue sadar gue gak bisa kehilangan Nata . Liat dia deket sama dokter ganjen itu aja hati gue panas . Gak . Mereka gak boleh makin deket apalagi punya hubungan khusus . Gak boleh . Nata milik gue . Akhirnya setelah

