Bab 36. Disuruh Bertengkar ala Bocil

1529 Kata

Tifa POV “Minggir, Sam. Lo nggak dengar perintah kanjeng ratu?” “Nggak!” Samudra tetap menolak menyingkir dari tengah ambang pintu. Sudah kutarik-tarik tangannya, tapi tetap saja. Tubuh anak itu nyaris tidak bergerak. Dua kakinya seakan terpaku kuat di lantai. Sudah kutarik lebih kuat lagi, namun tetap tidak berhasil. “Samudra! Kamu mau melawan Mamih?” Di belakangku, Mamih berteriak. Aku semakin emosi. Ingin segera minggat dari rumah. “Kenapa sih kalian nggak bertengkar seperti biasa saja? Kenapa sekarang harus pakai ngusir sama minggat, sih?” kata Samudra dengan nada penuh emosi. “Kalian boleh bertengkar, cakar-cakaran atau jambak-jambakkan kalau perlu, tapi Mamih jangan pakai ngusir. Mbak Tifa juga ngapain pake acara mau minggat segala?” "Minggir, Sam." Aku masih berusaha menarik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN